Tuesday, June 21, 2016

Tugas Etika & Profesionalisma TSI - Minggu 3

Kode Etik Dalam Penggunaan IT
Pada tulisan kali ini saya akan membahas kode etik dalam penggunaan IT, yaitu blog. Blog merupakan salah satu ilmu teknologi yang digunakan sebagai sarana berbagi informasi melalui jaringan Internet. Setiap pengguna blog dapat menuliskan informasi atau memberikan tanggapan mengenai informasi tersebut. Tentunya informasi atau tanggapan yang dituliskan harus sesuai dengan kode etik yang ada. Agar hal tersebut tidak meresahkan atau mengganggu kenyamanan pengguna blog lainnya. Adapun beberapa contoh kode etik menurut saya yang harus diterapkan dalam penggunaan blog adalah sebagai berikut.
  • Informasi atau tanggapan yang diberikan tidak boleh mengandung SARA. Hal ini sangat penting karena menyangkut agama, suku maupun suatu golongan tertentu. Sebaiknya kita tidak menyinggung kepercayaan yang dianut oleh pengguna blog lain agar tidak menimbulkan kesalahpahaman yang dapat berujung pertikaian.
  • Informasi yang disajikan tidak mengandung konten pornografi. Hal yang berbau pornografi sangatlah tidak patut untuk dijadikan sebagai sebuah informasi. Karena hal ini dapat mengganggu pola pikir serta perkembangan otak pengguna blog lainnya. Terlebih lagi jika pengguna blog tersebut adalah anak di bawah umur.
  • Informasi tidak boleh memuat identitas pribadi. Identitas pribadi sangatlah berbahaya jika disebarkan melalui blog. Sebab dapat menimbulkan kejahatan seperti pencurian hingga penculikan, mengingat pengguna blog adalah orang-orang dari berbagai belahan dunia. Contoh identitas pribadi yang tidak disarankan untuk ditulis dalam blog : alamat rumah, nomor telepon, nomor rekening, dan sebagainya.
  • Informasi yang dituliskan bukanlah hasil dari tulisan pengguna blog lainnya. Mengambil informasi dari tulisan pengguna blog lain adalah suatu kejahatan karena melanggar hak dari pemilik informasi tersebut. Jika kita ingin mengutip informasi dari pengguna blog lain alangkah baiknya kita memberikan rasa hormat kepada pemilik informasi tersebut dengan mencantumkan sumber dan referensi yang digunakan dalam penulisan informasi tersebut. 
  • Tidak memberikan tanggapan secara berlebihan pada informasi pengguna blog lain. Maksud dari kata berlebihan di sini adalah secara terus menerus memberikan tanggapan yang sama atau tidak ada sangkut pautnya dengan informasi yang disajikan atau dengan kata lain adalah spam. Tanggapan yang seperti ini sangatlah mengganggu kenyamanan pengguna blog lain. Karena terkadang pengguna blog lainnya akan mencoba memahami informasi melalui tanggapan yang ada di informasi tersebut.
Sekian contoh kode etik yang dapat saya jabarkan dalam tulisan kali ini. Semoga bermanfaat untuk para pembaca.

Sunday, April 17, 2016

Tugas Etika & Profesionalisma TSI - Minggu 2

Audit Around The Computer
Hanya memeriksa dari sisi user saja dan pada masukan dan keluaranya tanpa memeriksa lebih terhadap program atau sistemnya. Audit around the computer dilakukan pada saat:
  1. Dokumen sumber tersedia dalam bentuk kertas (bahasa non-mesin), artinya masih kasat mata dan dilihat secara visual
  2. Dokumen-dokumen disimpan dalam file dengan cara yang mudah ditemukan.
  3. Keluaran dapat diperoleh dari daftar yang terinci dan auditor mudah menelusuri setiap transaksi dari dokumen sumber kepada keluaran dan sebaliknya.
Kelebihan dan Kelemahan dari metode Audit Around The Computer
  • Proses audit tidak memakan waktu lama karena hanya melakukan audit tidak secara mendalam.
  • Tidak harus mengetahui seluruh proses penanganan sistem
  • Umumnya database mencakup jumlah data yang banyak dan sulit untuk ditelusuri secara manual
  • Tidak membuat auditor memahami sistem komputer lebih baik
  • Mengabaikan pengendalian sistem, sehingga rawan terhadap kesalahan dan kelemahan potensial dalam sistem
  • Lebih berkenaan dengan hal yang lalu daripada audit yang preventif
  • Kemampuan komputer sebagai fasilitas penunjang audit tidak terpakai
  • Tidak mencakup keseluruhan maksud dan tujuan audit

Audit Through The Computer
Auditor selain memeriksa data masukan dan keluaran, juga melakukan uji coba proses program dan sistemnya atau yang disebut dengan white box, sehinga auditor merasakan sendiri langkah demi langkah pelaksanaan sistem serta mengetahui sistem bagaimana sistem dijalankan pada proses tertentu. Audit around the computer  dilakukan pada saat:
  1. Sistem aplikasi komputer memproses input yang cukup besar dan menghasilkan output yang cukup besar pula, sehingga memperluas audit untuk meneliti keabsahannya
  2. Bagian penting dari struktur pengendalian intern perusahaan terdapat di dalam komputerisasi yang digunakan

Kelebihan dan Kelemahan dari metode Audit Through The Computer
  • Dapat meningkatkan kekuatan pengujian system aplikasi secara efektif
  • Dapat memeriksa secara langsung logika pemprosesan dan system aplikasi
  • Kemampuan system dapat menangani perubahan dan kemungkinan kehilangan yang terjadi pada masa yang akan dating
  • Auditor memperoleh kemampuan yang besar dan efektif dalam melakukan pengujian terhadap system computer
  • Auditor merasa lebih yakin terhadap kebenaran hasil kerjanyaBiaya yang dibutuhkan relative tinggi karena jumlah jam kerja yang banyak untuk dapat lenih memahami struktur pengendalian intern dari pelaksanaan system aplikasi
  • Butuh keahlian teknis yang mendalam untuk memahami cara kerja sistem
Perbedaan Cyber Law di berbagai Negara (Indonesia, Malaysia, Singapore, Vietnam, Thailand, Amerika Serikat)

Cyber Law Negara Indonesia :
Inisiatif untuk membuat “cyberlaw” di Indonesia sudah dimulai sebelum tahun 1999. Fokus utama waktu itu adalah pada “payung hukum” yang generik dan sedikit mengenai transaksi elektronik. Pendekatan “payung” ini dilakukan agar ada sebuah basis yang dapat digunakan oleh undang-undang dan peraturan lainnya. Namun pada kenyataannya hal ini tidak terlaksana. Untuk hal yang terkait dengan transaksi elektronik, pengakuan digital signature sama seperti tanda tangan konvensional merupakan target. Jika digital signature dapat diakui, maka hal ini akan mempermudah banyak hal seperti electronic commerce (e-commerce), electronic procurement (e-procurement), dan berbagai transaksi elektronik lainnya.

Namun ternyata dalam perjalanannya ada beberapa masukan sehingga hal-hal lain pun masuk ke dalam rancangan “cyberlaw” Indonesia. Beberapa hal yang mungkin masuk antara lain adalah hal-hal yang terkait dengan kejahatan di dunia maya (cybercrime), penyalahgunaan penggunaan komputer, hacking, membocorkan password, electronic banking, pemanfaatan internet untuk pemerintahan (e-government) dan kesehatan, masalah HaKI, penyalahgunaan nama domain, dan masalah privasi. Nama dari RUU ini pun berubah dari Pemanfaatan Teknologi Informasi, ke Transaksi Elektronik, dan akhirnya menjadi RUU Informasi dan Transaksi Elektronik. Di luar negeri umumnya materi ini dipecah-pecah menjadi beberapa undang-undang.

Ada satu hal yang menarik mengenai rancangan cyberlaw ini yang terkait dengan teritori. Misalkan seorang cracker dari sebuah negara Eropa melakukan pengrusakan terhadap sebuah situs di Indonesia. Salah satu pendekatan yang diambil adalah jika akibat dari aktivitas crackingnya terasa di Indonesia, maka Indonesia berhak mengadili yang bersangkutan. Yang dapat kita lakukan adalah menangkap cracker ini jika dia mengunjungi Indonesia. Dengan kata lain, dia kehilangan kesempatan / hak untuk mengunjungi sebuah tempat di dunia.

Cyber Law Negara Malaysia :
Digital Signature Act 1997 merupakan Cyberlaw pertama yang disahkan oleh parlemen Malaysia. Tujuan Cyberlaw ini, adalah untuk memungkinkan perusahaan dan konsumen untuk menggunakan tanda tangan elektronik (bukan tanda tangan tulisan tangan) dalam hukum dan transaksi bisnis. Para Cyberlaw berikutnya yang akan berlaku adalah Telemedicine Act 1997. Cyberlaw ini praktisi medis untuk memberdayakan memberikan pelayanan medis / konsultasi dari lokasi jauh melalui menggunakan fasilitas komunikasi elektronik seperti konferensi video.

Cyber Law Negara Singapore :
The Electronic Transactions Act telah ada sejak 10 Juli 1998 untuk menciptakan kerangka yang sah tentang undang-undang untuk transaksi perdagangan elektronik di Singapore. ETA dibuat dengan tujuan :
  • Memudahkan komunikasi elektronik atas pertolongan arsip elektronik yang dapat dipercaya;
  • Memudahkan perdagangan elektronik, yaitu menghapuskan penghalang perdagangan elektronik yang tidak sah atas penulisan dan persyaratan tandatangan, dan untuk mempromosikan pengembangan dari undang-undang dan infrastruktur bisnis diperlukan untuk menerapkan menjamin / mengamankan perdagangan elektronik;
  • Memudahkan penyimpanan secara elektronik tentang dokumen pemerintah dan perusahaan
  • Meminimalkan timbulnya arsip alektronik yang sama (double), perubahan yang tidak disengaja dan disengaja tentang arsip, dan penipuan dalam perdagangan elektronik, dll;
  • Membantu menuju keseragaman aturan, peraturan dan mengenai pengesahan dan integritas dari arsip elektronik; dan
  • Mempromosikan kepercayaan, integritas dan keandalan dari arsip elektronik dan perdagangan elektronik, dan untuk membantu perkembangan dan pengembangan dari perdagangan elektronik melalui penggunaan tandatangan yang elektronik untuk menjamin keaslian dan integritas surat menyurat yang menggunakan media elektronik.
Di dalam ETA mencakup :
  • Kontrak Elektronik. Kontrak elektronik ini didasarkan pada hukum dagang online yang dilakukan secara wajar dan cepat serta untuk memastikan bahwa kontrak elektronik memiliki kepastian hukum.
  • Kewajiban Penyedia Jasa Jaringan. Mengatur mengenai potensi / kesempatan yang dimiliki oleh network service provideruntuk melakukan hal-hal yang tidak diinginkan, seperti mengambil, membawa,menghancurkan material atau informasi pihak ketiga yang menggunakan jasa jaringan tersebut.
  • Tandatangan dan Arsip elektronik. Hukum memerlukan arsip/bukti arsip elektronik untuk menangani kasus-kasus elektronik, karena itu tandatangan dan arsip elektronik tersebut harus sah menurut hukum.
Di Singapore masalah tentang privasi, cyber crime, spam, muatan online, copyright, kontrak elektronik sudah ditetapkan. Sedangkan perlindungan konsumen dan penggunaan nama domain belum ada rancangannya tetapi online dispute resolution sudah terdapat rancangannya.

Cyber Law Negara Vietnam :
Cyber crime,penggunaan nama domain dan kontrak elektronik di Vietnam sudah ditetapkan oleh pemerintah Vietnam sedangkan untuk masalah perlindungan konsumen privasi, spam, muatan online, digital copyright dan online dispute resolution belum mendapat perhatian dari pemerintah sehingga belum ada rancangannya. Dinegara seperti Vietnam hukum ini masih sangat rendah keberadaannya, hal ini dapat dilihat dari hanya sedikit hukum-hukum yang mengatur masalah cyber, padahal masalah seperti spam,perlindungan konsumen,privasi,muatan online,digital copyright dan ODR sangat penting keberadaannya bagi masyarakat yang mungkin merasa dirugikan.

Cyber Law Negara Thailand :
Cybercrime dan kontrak elektronik di Negara Thailand sudah ditetapkan oleh pemerintahnya,walaupun yang sudah ditetapkannya hanya 2 tetapi yang lainnya seperti privasi, spam, digital copyright dan ODR sudah dalam tahap rancangan.

Cyber Law Negara Amerika Serikat :
Di Amerika, Cyber Law yang mengatur transaksi elektronik dikenal dengan Uniform Electronic Transaction Act (UETA). UETA adalah salah satu dari beberapa Peraturan Perundang-undangan Amerika Serikat yang diusulkan oleh National Conference of Commissioners on Uniform State Laws (NCCUSL). Sejak itu 47 negara bagian, Kolombia, Puerto Rico, dan Pulau Virgin US telah mengadopsinya ke dalam hukum mereka sendiri. Tujuan menyeluruhnya adalah untuk membawa ke jalur hukum negara bagian yag berbeda atas bidang-bidang seperti retensi dokumen kertas, dan keabsahan tanda tangan elektronik sehingga mendukung keabsahan kontrak elektronik sebagai media perjanjian yang layak. UETA 1999 membahas diantaranya mengenai :
Pasal 5 :
Mengatur penggunaan dokumen elektronik dan tanda tangan elektronik

Pasal 7 :
Memberikan pengakuan legal untuk dokumen elektronik, tanda tangan elektronik, dan kontrak elektronik.

Pasal 8 :
Mengatur informasi dan dokumen yang disajikan untuk semua pihak.

Pasal 9 :
Membahas atribusi dan pengaruh dokumen elektronik dan tanda tangan elektronik.

Pasal 10 :
Menentukan kondisi-kondisi jika perubahan atau kesalahan dalam dokumen elektronik terjadi dalam transmisi data antara pihak yang bertransaksi.

Pasal 11 :
Memungkinkan notaris publik dan pejabat lainnya yang berwenang untuk bertindak secara elektronik, secara efektif menghilangkan persyaratan cap/segel.

Pasal 12 :
Menyatakan bahwa kebutuhan “retensi dokumen” dipenuhi dengan mempertahankan dokumen elektronik.

Pasal 13 :
“Dalam penindakan, bukti dari dokumen atau tanda tangan tidak dapat dikecualikan hanya karena dalam bentuk elektronik”

Pasal 14 :
Mengatur mengenai transaksi otomatis.

Pasal 15 :
Mendefinisikan waktu dan tempat pengiriman dan penerimaan dokumen elektronik.

Pasal 16 :
Mengatur mengenai dokumen yang dipindahtangankan.

Sumber
Audit IT, syatantra.staff.gunadarma.ac.id
Perbandingan Cyber Law,  dewi_anggraini.staff.gunadarma.ac.id

Monday, March 14, 2016

Tugas Etika & Profesionalisma TSI - Minggu 1

A. PENGERTIAN ETIKA
Pengertian Etika
Kata etik (atau etika) berasal dari kata ethos (bahasa Yunani) yang berarti karakter, watak kesusilaan atau adat. Sebagai suatu subyek, etika akan berkaitan dengan konsep yang dimiliki oleh individu ataupun kelompok untuk menilai apakah tindakan-tindakan yang telah dikerjakannya itu salah atau benar, buruk atau baik. Menurut para ahli maka etika tidak lain adalah aturan prilaku, adat kebiasaan manusia dalam pergaulan antara sesamanya dan menegaskan mana yang benar dan mana yang buruk.


Perkataan etika atau lazim juga disebut etik, berasal dari kata Yunani ETHOS yang berarti norma-norma,  nilai-nilai, kaidah-kaidah dan ukuran-ukuran bagi tingkah laku manusia yang baik, Pengertian Etika (Etimologi), berasal dari bahasa Yunani adalah “Ethos”, yang berarti watak kesusilaan atau adat kebiasaan (custom). Etika biasanya berkaitan erat dengan perkataan moral yang merupakan istilah dari bahasa Latin, yaitu “Mos” dan dalam bentuk jamaknya “Mores”, yang berarti juga adat kebiasaan atau cara hidup seseorang dengan melakukan perbuatan yang baik (kesusilaan), dan menghindari hal-hal tindakan yang buruk. Etika dan moral lebih kurang sama pengertiannya, tetapi dalam kegiatan sehari-hari terdapat perbedaan, yaitu moral atau moralitas untuk penilaian perbuatan yang dilakukan, sedangkan etika adalah untuk pengkajian sistem nilai-nilai yang berlaku.
  • Menurut Martin [1993], etika didefinisikan sebagai “the discipline which can act as the performance index or reference for our control system”.Dengan demikian, etika akan memberikan semacam batasan maupun standar yang akan mengatur pergaulan manusia di dalam kelompok sosialnya.
  • Drs. O.P. SIMORANGKIR : etika atau etik sebagai pandangan manusia dalam berprilaku menurut ukuran dan nilai yang baik. 
  • Drs. Sidi Gajalba dalam sistematika filsafat : etika adalah teori tentang tingkah laku perbuatan manusia dipandang dari segi baik dan buruk, sejauh yang dapat ditentukan oleh akal.
  • Drs. H. Burhanudin Salam : etika adalah cabang filsafat yang berbicara mengenai nilai dan norma moral yang menentukan prilaku manusia dalam hidupnya.

Pengertian Profesi
Profesi adalah suatu hal yang harus dibarengi dengan keahlian dan etika. Meskipun sudah ada aturan yang mengatur tentang kode etik profesi, namun seperti kita lihat saat ini masih sangat banyak terjadi pelanggaran-pelanggaran ataupun penyalah gunaan profesi. Untuk itu penulis akan membahas pengertian dari kode etik profesi dan sanksi atas pelanggaran kode etik profesi.

Profesi adalah pekerjaan yang membutuhkan pelatihan dan penguasaan terhadap suatu pengetahuan khusus. Suatu profesi biasanya memiliki asosiasi profesi, kode etik, serta proses sertifikasi dan lisensi yang khusus untuk bidang profesi tersebut. Contoh profesi adalah pada bidang hukum, kedokteran, keuangan, militer,teknikdan desainer .

Seseorang yang memiliki suatu profesi tertentu, disebut profesional. Walaupun begitu, istilah profesional juga digunakan untuk suatu aktivitas yang menerima bayaran, sebagai lawan kata dari amatir. Contohnya adalah petinju profesional menerima bayaran untuk pertandingan tinju yang dilakukannya, sementara olahraga tinju sendiri umumnya tidak dianggap sebagai suatu profesi.

Profesi Istilah profesi telah dimengerti oleh banyak orang bahwa suatu hal yang berkaitan dengan bidang yang sangat dipengaruhi oleh pendidikan dan keahlian, sehingga banyak orang yang bekerja tetap sesuai. Tetapi dengan keahlian saja yang diperoleh dari pendidikan kejuruan, juga belum cukup disebut profesi. Tetapi perlu penguasaan teori sistematis yang mendasari praktek pelaksanaan, dan hubungan antara teori dan penerapan dalam praktek. Kita tidak hanya mengenal istilah profesi untuk bidang-bidang pekerjaan seperti kedokteran, guru, militer, pengacara, dan semacamnya, tetapi meluas sampai mencakup pula bidang seperti manajer, wartawan, pelukis, penyanyi, artis, sekretaris dan sebagainya. Sejalan dengan itu, menurut DE GEORGE, timbul kebingungan mengenai pengertian profesi itu sendiri, sehubungan dengan
istilah profesi dan profesional. Kebingungan ini timbul karena banyak orang yang profesional tidak atau belum tentu termasuk dalam pengertian profesi.
Ciri Khas Profesi
Ciri-Ciri Profesi Secara umum ada beberapa ciri atau sifat yang selalu melekat pada
profesi, yaitu :
  1. Adanya pengetahuan khusus, yang biasanya keahlian dan keterampilan ini dimiliki berkat pendidikan, pelatihan dan pengalaman yang bertahun-tahun.
  2. Adanya kaidah dan standar moral yang sangat tinggi. Hal ini biasanya setiap pelaku profesi mendasarkan kegiatannya pada kode etik profesi.
  3. Mengabdi pada kepentingan masyarakat, artinya setiap pelaksana profesi harus meletakkan kepentingan pribadi di bawah kepentingan masyarakat.
  4. Ada izin khusus untuk menjalankan suatu profesi. Setiap profesi akan selalu berkaitan dengan kepentingan masyarakat, dimana nilai-nilai kemanusiaan berupa keselamatan, keamanan, kelangsungan hidup dan sebagainya, maka untuk menjalankan suatu profesi harus terlebih dahulu ada izin khusus.
  5. Kaum profesional biasanya menjadi anggota dari suatu profesi.
B. PENGERTIAN PROFESI DAN PROFESIONALISME

Pengertian Profesionalisme
Profesionalisme adalah suatu paham yang mencitakan dilakukannya kegiatan-kegiatan kerja tertentu dalam masyarakat, berbekalkan keahlian yang tinggi dan berdasarkan rasa keterpanggilan serta ikrar untuk menerima panggilan tersebut dengan semangat pengabdian selalu siap memberikan pertolongan kepada sesama yang tengah dirundung kesulitan di tengah gelapnya kehidupan (Wignjosoebroto, 1999).  

Ciri-Ciri Profesionalisme
Ciri-ciri profesionalisme adalah sebagai berikut.
  1. Punya ketrampilan yang tinggi dalam suatu bidang serta kemahiran dalam menggunakan peralatan tertentu yang diperlukan dalam pelaksanaan tugas yang bersangkutan dengan bidang tadi
  2. Punya ilmu dan pengalaman serta kecerdasan dalam menganalisis suatu masalah dan peka di dalam membaca situasi cepat dan tepat serta cermat dalam mengambil keputusan terbaik atas dasar kepekaan
  3. Punya sikap berorientasi ke depan sehingga punya kemampuan mengantisipasi perkembangan lingkungan yang terbentang di hadapannya
  4. Punya sikap mandiri berdasarkan keyakinan akan kemampuan pribadi serta terbuka menyimak dan menghargai pendapat orang lain, namun cermat dalam memilih yang terbaik bagi diri dan perkembangan pribadinya
Kode Etik Profesionalisme
Kode yaitu tanda-tanda atau simbol-simbol yang berupa kata-kata, tulisan atau benda yang disepakati untuk maksudmaksud tertentu, misalnya untuk menjamin suatu berita, keputusan atau suatu kesepakatan suatu organisasi. Kode juga dapat berarti kumpulan peraturan yang sistematis Kode Etik Dapat diartikan pola aturan, tata cara, tanda, pedoman etis dalam melakukan suatu kegiatan atau pekerjaan. Kode etik merupakan pola aturan atau tata cara sebagai pedoman berperilaku.

Dalam kaitannya dengan profesi, bahwa kode etik merupakan tata cara atau aturan yang menjadi standart kegiatan anggota suatu profesi. Suatu kode etik menggambarkan nilai-nilai professional suatu profesi yang diterjemahkan kedalam standaart perilaku anggotanya. Nilai professional paling utama adalah keinginan untuk memberikan pengabdian kepada masyarakat. Nilai professional dapat disebut juga dengan istilah asas etis.(Chung, 1981) mengemukakan empat asas etis, yaitu :
  1. Menghargai harkat dan martabat
  2. Peduli dan bertanggung jawab
  3. Integritas dalam hubungan
  4. Tanggung jawab terhadap masyarakat.
Kode etik dijadikan standart aktvitas anggota profesi, kode etik tersebut sekaligus sebagai pedoman (guidelines). Masyarakat pun menjadikan sebagai perdoman dengan tujuan mengantisipasi terjadinya bias interaksi antara anggota profesi. Bias interaksi merupakan monopoli profesi., yaitu memanfaatkan kekuasan dan hak-hak istimewa yang melindungi kepentingan pribadi yang betentangan dengan masyarakat. Oteng/ Sutisna (1986: 364) mendefisikan bahwa kode etik sebagai pedoman yang memaksa perilaku etis anggota profesi. Konvensi nasional IPBI ke-1 mendefinisikan kode etik sebagai pola ketentuan, aturan, tata cara yang menjadi pedoman dalam menjalankan aktifitas maupun tugas suatu profesi. Bahwasannya setiap orang harus menjalankan serta mejiwai akan Pola, Ketentuan, aturan karena pada dasarnya suatu tindakan yang tidak menggunakan kode etik akan berhadapan dengan sanksi.

C. MODUS-MODUS KEJAHATAN DALAM TEKNOLOGI INFORMASI

Seiring dengan perkembangan teknologi Internet, menyebabkan munculnya kejahatan yang disebut dengan "CyberCrime" atau kejahatan melalui jaringan Internet. Munculnya beberapa kasus "CyberCrime" di Indonesia, seperti pencurian kartu kredit, hacking beberapa situs, menyadap transmisi data orang lain, misalnya email, dan memanipulasi data dengan cara menyiapkan perintah yang tidak dikehendaki ke dalam programmer komputer. Cybercrime merupakan bentuk-bentuk kejahatan yang timbul karena pemanfaatan teknologi internet. Beberapa pendapat mengindentikkan cybercrime dengan computer crime. The U.S. Department of Justice memberikan pengertien computer crime sebagai:
“…any illegal act requiring knowledge of computer technology for its perpetration, investigation, or prosecution”

Jenis-Jenis Ancaman (Threats) Melalui IT
Berdasarkan jenis aktifitas yang dilakukannya, cybercrime dapat digolongkan menjadi beberapa jenis sebagai berikut:
  1. Unauthorized Access, merupakan kejahatan yang terjadi ketika seseorang memasuki atau menyusup ke dalam suatu sistem jaringan komputer secara tidak sah, tanpa izin, atau tanpa sepengetahuan dari pemilik sistem jaringan komputer yang dimasukinya. Probing dan port merupakan contoh kejahatan ini.
  2. Illegal Contents, merupakan kejahatn yang dilakukan dengan memasukkan data atau informasi ke internet tentang suatu hal yang tidak benar, tidak etis, dan dapat dianggap melanggar hukum atau menggangu ketertiban umum, contohnya adalah penyebaran pornografi.
  3. Penyebaran virus secara sengaja, penyebaran virus pada umumnya dilakukan dengan menggunakan email. Sering kali orang yang sistem emailnya terkena virus tidak menyadari hal ini. Virus ini kemudian dikirimkan ke tempat lain melalui emailnya.
  4. Data Forgery, kejahatan jenis ini dilakukan dengan tujuan memalsukan data pada dokumen-dokumen penting yang ada di internet. Dokumen-dokumen ini biasanya dimiliki oleh institusi atau lembaga yang memiliki situs berbasis web database.
  5. Cyber Espionage, Sabotage, and Extortion, cyber espionage merupakan kejahatan yang memanfaatkan jaringan internet untuk melakukan kegiatan mata-mata terhadap pihak lain, dengan memasuki sistem jaringan komputer pihak sasaran. Sabotage and Extortion merupakan jenis kejahatan yang dilakukan dengan membuat gangguan, perusakan atau penghancuran terhadap suatu data, program komputer atau sistem jaringan komputer yang terhubung dengan internet.
SUMBER
  • Konsep Umum Etika Profesi (http://file.upi.edu/Direktori/FIP/JUR._PEND._LUAR_SEKOLAH/197009302008011-ASEP_SAEPUDIN/konsep_umum_etika_profesix.pdf, diakses 14 Maret 2016)
  • Pengertian Etika (http://amutiara.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/10043/PENGERTIAN+ETIKA.doc, diakses 14 Maret 2016)
  • Modus Kejahatan Dalam IT (http://irmarr.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/11611/Modus+Kejahatan+dalam+TI.doc, diakses 14 Maret 2016)

Saturday, January 16, 2016

Kolaborasi Antarmuka Otomotif Multimedia

Kolaborasi Antarmuka Otomotif Multimedia
Kolaborasi antarmuka otomotif multimedia adalah sebuah organisasi yang dibentuk untuk menciptakan standarisasi dunia yang digunakan dalam mengatur bagaimana sebuah perangkat elektronik dapat bekerja. Contoh Komputer  dan alat komunikasi kendaraan atau computer dan radio dalam mobil. Satiap alat elektronik itu harus dapat bekerja dengan selaras sehingga kendaraan dapat lebih handal.

  

Sunday, December 27, 2015

Tugas Pengantar Telematika Minggu Ke-3

Open Service Gateway Initiative (OSGI) adalah sebuah system dan aplikasi interoperability berbasis komponen platform yang terintegrasi. OSGI merupakan system modul dinamik untuk Java.

A. Spesifikasi OSGI
Spesifikasi OSGI mendefinisikan standar, komponen berorientasi, lingkungan komputasi untuk layanan jaringan yang merupakan dasar dari arsitektur layanan berorientasi. Spesifikasi OSGI awalnya ditargetkan pada Internet gateway perumahan dengan aplikasi Home Automation. Namun, ternyata spesifikasi OSGI dapat diaplikasikan pada hal lain. Contohnya, smartphone Nokia dan Motorola, mobil BMW, serta aplikasi desktop Eclipse. Spesifikasi OSGI begitu luas diaplikasikan karena bentuk lapisan kecil yang memungkinkan beberapa komponen java bergabung dalam satu Java Virtual Machine (JVM).
Gambar 1. Contoh Penggunaan OSGI

B. Arsitektur OSGI
OSGI Service Platform menyediakan lingkungan komputer untuk aplikasi dinamakan bundles, dimana bundles dieksekusi secara bersamaan di dalam satu JVM. Bundles dapat di-install, diperbarui dan di-uninstall secara dinamis. Di bawah ini menjelaskan perbedaan lapisan-lapisan yang dibutuhkan untuk menyediakan lingkungan ini.

Gambar 2. Arsitektur OSGI

1. JVM
Spesifikasi OSGI didasari oleh sebuah JVM karena merupakan pilihan yang paling logis ketika dibangunnya persekutuan OSGI. Lingkungan Java menyediakan semua fitur yang dibutuhkan untuk sebuah lingkungan komputer yang aman, gratis, terpecaya, terdukung dengan baik dan portabel.

2. Modules
Konten utama dari bundle adalah file kelas. File kelas adalah bagian yang dieksekusi dari sebuah bundle. Di dalam Java, kelas digabungkan di dalam sebuah paket. Paket memiliki nama yang unik. Berbagi kelas berarti beberapa bundles dapat menyediakan kelas yang sama, tetapi berpotensial menyebabkan versi tidak sesuai antara sesama kelas dari bundles yang berbeda. Setiap bundle dapat ekspor dan impor paket. Ekspor berarti paket dibuat tersedia untuk bundles yang lain. Impor berarti paket dibutuhkan untuk tersedia dari bundles lain.

3. Life Cycle
Menginstall sebuah bandle baru di dalam sebuah remote JVM menyediakan dasar untuk layanan yang terhubung. Menginstall sebuah bundles memiliki dua aspek penting, yaitu file dalam format bundle dan akses untuk penginstallan. Sebuah bundles biasanya disimpan dalam sebuah arsip Java atau yang disebut dengan sebuah JAR. Setiap JAR berisi sebuah Manifest. JAR Manifest menyimpan informasi tentang konten dari JAR. 

Akses untuk penginstallan bundle dilakukan dengan sebuah API yang tersedia untuk semua bundle. Mungkin terlihat aneh karena hanya sebuah bundle yang dapat menginstall bundle yang lain. API dari OSGI didefinisikan di dalam objek BundleContext. OSGI menyuplai objek tersebut pada bundle ketika pengisntallan dimulai. Objek tersebut memiliki sebuah nomor metode untuk menginstall bundle yang baru dan membuat daftar bundles yang telah ada. 

installBundle metode mangambil sebuah URL sebagai sebuah parameter. Setelah bundle selesai diinstall, objek tersebut dikembalikan. Bundle dapat dijalankan setelah install selesai, tetapi sebelum kelas di dalam bundle dapat dieksekusi, bundle harus diselesaikan.

4. Service Registry
Bundles yang aktif dapat menggunakan semua mekanisme standar Java untuk mengimplementasikan fungsi mereka, sama halnya dengan lingkungan Java yang lain. Bagaimanapun juga, aspek yang menarik dari OSGI Service Platform adalah kedinamisannya. Sebuah bundle dapat secara tiba-tiba menjadi aktif, menyediakan sebuah fungsi yang dapat berguna untuk bagian yang lain di dalam sebuah sistem. Contohnya, sebuah bundle yang diinstall harus terlihat dalam web server lokal, web server bundle dan bundle yang baru harusnya sekarang telah bergabung.

Bundle yang terhenti harus secara otomatis dikeluarkan dari masing-masing registry dimana bundle tersebut ter-regritstasi. OSGI Service Registry dirancang untuk membuat masalah tersebut dapat diatur secara mudah. OSGi secara dinamis menyambungkan bundles yang berbeda bersama-sama ketika melacak letak mereka. Dengan Service Regristy, bundles dapat :
  • Regristasi objek dengan Service Regristy
  • Mencari Service Regrity untuk objek yang pas
  • Menerima notifikasi ketika layanan telah ter-registasi atau tidak ter-regristasi
 5. Security
Satu tujuan dari OSGI Service Platform adalah untuk menjalankan aplikasi dari berbagai macam sumber dibawah pentaruran sistem manajemen. Model Security yang luas menyediakan semua bagian dari sistem. Spesifikasi OSGI menggunakan mekanisme di bawah ini.
  • Java 2 Code Security
  • Meminimalisasi pembongkaran konten bundle
  • Mengatur komunikasi yang terhubung antara beberapa bundles
Security mekanisme yang lainnya adalah Service Permission. Ijin diberikan kepada bundles yang paling memungkinkan untuk diregristasi atau mendapatkan layanan dari Service Regristy. Security mekanisme menyediakan operator dari Service Platform dengan alat yang bertenaga untuk mengatur operasi security dari perangkat.

6. Services
Layanan yang diberikan oleh OSGI antara lain adalah
  • Permission Admin
  • Conditional Permission Admin
  • Package Admin
  • Start Level
  • URL Handlers
  • Log Service
  • Configuration Admin
  • Event Admin
  • Device Access
  • User Admin
  • IO Connector
  • Preferences Admin
  • IO Connector
  • Device Management
  • Deployment Admin
  • Application Admin
  • Foreign Applications
Sumber :
OSGI Service Platform Technical Whitepaper, 7 June 2007, OSGI Alliance,
(Online, https://www.osgi.org/wp-content/uploads/OSGiTechnicalWhitePaper.pdf, 27 Desember 2015)